Telechargé par Ayrteen Gamlamo

WSC 2026 Skill 63 Integrasi Sistem Robot SAG

publicité
WSC 2026 – SKILL 63
ROBOT SYSTEMS INTEGRATION
Pembahasan Lengkap Standards and Assessment Guide (SAG) Version 2.01
Fokus: setiap topik, Measurement (M), Judgement (J), cara memenuhi kriteria, dan checklist
persiapan kompetisi.
Sumber utama: WSC2026_Standards and Assessment Guide – Skill 63 – Robot Systems Integration, Version 2.01,
tanggal 21/05/2026. Dokumen sumber yang digunakan adalah file yang Anda unggah.
Penting: SAG bukan pengganti Marking Scheme. Dokumen sumber menyatakan bahwa Test Project dan Marking
Scheme bersifat confidential dan dirancang ulang untuk setiap edition. Kriteria di bawah adalah contoh/guidance
generik; wording, tolerance, jumlah aspek, dan metode marking final dapat berubah pada Test Project.
Cara membaca dokumen ini
• M (Measurement) = aspek yang dinilai secara terukur, biasanya YES/NO, jumlah, nilai numerik, waktu, atau
requirement yang jelas.
• J (Judgement) = penilaian kualitas oleh assessor/expert, umumnya menggunakan skala 0–3.
• WSOS = referensi bagian WorldSkills Occupational Standards yang dicantumkan dalam SAG.
• Angka pada kolom skala menunjukkan contoh requirement/judgement yang terdapat pada SAG, bukan jaminan
jumlah poin final Test Project.
Peta 20 Sub-Criteria
No.
Sub-criterion
Halaman SAG
2
Installation / Layout di real cell termasuk labelling
11–21
3
Layout cell di Roboguide, animasi gripper & reachability check
22–33
4
I/O Setup: ranges, comments & function
34–38
5
Macros & User Keys
39–41
6
Reference Positions – Home Reference Position
42–43
7
User Tools & User Frames
44–54
8
DCS (Double Check Safety)
55–60
9
Quick Master Reference Position
61–62
10
Payload & Arm Load
63–64
11
Setup Host Communication
65–66
12
EOAT (Gripper, dll.) Test Program
67–68
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 1
No.
Sub-criterion
Halaman SAG
13
Run Basic Task pada Robot Cell
69–72
14
Digital Twin & Basic Task di Roboguide
73–77
15
Working Style, Safety & Backup
78–87
16
Programming
88–125
17
Vision
126–128
18
HMI Design
129–133
19
Documentation
134–141
20
Troubleshooting
142
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 2
2. Installation / Layout di real cell termasuk labelling
Rujukan halaman SAG: 11–21
Pembahasan: Bagian ini menilai apakah cell fisik dibangun seperti instalasi industri: komponen ditempatkan
benar, kokoh, aman, mudah diakses, tidak saling mengganggu, dan seluruh kabel/selang/UFrame dapat dikenali.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Pertimbangkan ruang tersedia, collision dan singularity avoidance, efisiensi/cycle time, akses loading-unloading,
dan robustness.
• Peripherals sebaiknya sejajar/aligned dengan komponen cell lain; bila tidak, alasan teknis harus jelas.
• Peripherals harus dipasang dengan clamp/screw sehingga tidak bergeser atau terbalik karena gaya luar/vibrasi.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – Peripheral terpasang benar
Posisi/orientasi komponen fisik sesuai layout dan praktik instalasi
industri.
YES/NO • WSOS 4
M
M2 – Peripheral terpasang kokoh
Clamps/screws dan tidak mudah bergeser atau tip-over.
YES/NO • WSOS 4
M
M3 – LED terlihat
LED/status indicator dapat terlihat jelas dari sisi pintu yang relevan.
YES/NO • WSOS 4
M
M4 – Tidak ada interference
Komponen tidak memaksa, menjepit, menghalangi, atau saling
berbenturan.
YES/NO • WSOS 4
M
M5 – Layout transfer
Posisi layout nyata sesuai requirement/toleransi yang ditetapkan TP;
contoh SAG memakai ±XX mm yang harus ditentukan pada TP.
YES/NO • WSOS 4
J
J1 – Routing kabel/selang
Kerapian routing, conduit bila sesuai, cable ties/adaptor, dan tidak
mengganggu gerakan.
0–3: tidak ada →
sebagian → baik
namun belum
sempurna → seluruh
routing sangat rapi •
J4
J
J1 – Label UFrame mekanik
Operator/programmer dapat mengenali UFrame tanpa membuka
dokumentasi.
0–3: tidak ada →
sebagian → semua
tetapi tidak
sempurna → semua
jelas (nomor +
deskripsi) • J 4
J
J2 – Label kabel I/O
Dari label saja dapat diketahui kabel menuju I/O mana; idealnya
kedua ujung kabel jelas.
0–3: tidak ada →
sebagian → baik
tetapi belum lengkap
→ semua
kabel/selang jelas di
kedua ujung • J 4
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Foto/ukur posisi peripheral terhadap layout sebelum dan sesudah pemasangan.
• Pastikan kabel tidak menjadi sumber trip, pinch point, atau collision.
• Gunakan pola label konsisten: misalnya UF2 (Conveyor), DO1 (Deburring), dan label di kedua ujung.
Catatan strategi: Jangan hanya membuat sistem “berfungsi”. Saat marking, siapkan bukti yang cepat ditunjukkan:
screenshot setup, nama/comment yang jelas, test program, dan demonstrasi kondisi normal + satu fault yang aman.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 3
3. Layout cell di Roboguide, animasi gripper & reachability
check
Rujukan halaman SAG: 22–33
Pembahasan: Roboguide digunakan sebagai feasibility study sebelum dan selama integrasi. SAG menekankan
bahwa simulasi bukan hanya tampilan 3D: CAD, EOAT, dressout, animasi, reachability, approach/depart, dan path
harus masuk akal.
Best Practice / Fokus Persiapan
• CAD fixture/machine/tool dimasukkan ke entity yang benar dan diberi nama bermakna.
• EOAT harus diposisikan berdasarkan mounting holes dan orientasi nyata, bukan sekadar digeser sampai terlihat
benar.
• Reachability endpoint saja tidak cukup; path dapat mengalami singularity. Program uji extreme positions lebih
kuat.
• Digital simulation sebaiknya berkembang menjadi digital twin cell nyata.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
EOAT CAD model
CAD EOAT di-import sebagai Tool dengan nama unik dan
posisi/orientasi sesuai mounting.
YES/NO • WSOS 3
M
EOAT links
Moving links EOAT dimodelkan/diatur sesuai struktur tool.
YES/NO • WSOS 3
M
Dressout simulation
Dressout/cable/hose terkait EOAT dimodelkan sehingga dapat dicek
saat gerak.
YES/NO • WSOS 3
M
CAD fixture/machine
Model fixture/machine ditempatkan pada entity yang benar.
YES/NO • WSOS 3
M
CAD names
Fixture, machine, obstacle diberi nama bermakna, bukan nama
generik.
YES/NO • WSOS 3
M
Missing CAD
Jika model tidak disediakan TP, dibuat model 3D realistis bila
diminta.
YES/NO • WSOS 3 /
TP-specific
M
UTOOL untuk reach test
Reach test tidak hanya memakai zero tool/faceplate; UTOOL yang
relevan dibuat.
YES/NO • WSOS 3
M
Hose/cable collision
Bagian hose/cable yang bergerak tidak menyentuh atau collision
selama reach test.
YES/NO • WSOS 3
J
J1 – Kesamaan hose/cable dengan
cell nyata
Panjang/diameter dan bagian fixed/moving dibandingkan dengan
real cell.
0–3 berdasarkan
jumlah aspek yang
terpenuhi • J 3
J
J2 – Program Working Area
Satu program Roboguide menunjukkan robot mencapai extreme
positions dengan approach/depart yang benar.
0–3: tidak ada/gagal
→ dasar tetapi gagal
→ bekerja namun
belum lengkap →
seluruh extreme
position benar • J 3
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Uji titik ekstrem X/Y/Z dan orientasi yang paling menuntut.
• Periksa singularity/path, bukan hanya tombol Move To.
• Pastikan animasi gripper open/close mengikuti event program.
Catatan strategi: Jangan hanya membuat sistem “berfungsi”. Saat marking, siapkan bukti yang cepat ditunjukkan:
screenshot setup, nama/comment yang jelas, test program, dan demonstrasi kondisi normal + satu fault yang aman.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 4
4. I/O Setup: ranges, comments & function
Rujukan halaman SAG: 34–38
Pembahasan: Tujuannya adalah membuat konfigurasi I/O bersih, terstruktur, berfungsi, dan mudah dibaca oleh
orang lain.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Alokasikan range I/O secara konsisten sesuai TP.
• Berikan comment/description pada I/O yang dipakai; jika diminta, dokumentasikan juga yang tidak dipakai.
• Uji output dengan peripheral dan input dengan sensor, bukan hanya melihat konfigurasi.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – I/O allocation
Konfigurasi I/O dirapikan/cleaned-up dan sesuai range yang
ditetapkan.
YES/NO • WSOS 5
M
M1 – Peripheral function
Output yang mengontrol peripheral benar dan dapat menggerakkan
fungsi tersebut.
YES/NO • WSOS 5
M
M2 – Sensor function
Input yang membaca sensor benar dan menghasilkan status yang
diharapkan.
YES/NO • WSOS 5
J
J1 – I/O comments
Kualitas dan kelengkapan comment/description pada I/O.
0–3: tidak ada →
sebagian → seluruh
used I/O → used +
unused I/O bila
diminta • J 5
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Buat I/O list: address, signal name, device, function, normal state.
• Tes satu per satu output dan input dengan kondisi nyata/simulasi.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 5
5. Macros & User Keys
Rujukan halaman SAG: 39–41
Pembahasan: Macro dipakai untuk fungsi peralatan yang sering dilakukan, seperti kembali Home atau
mengaktifkan/mematikan EOAT. Macro yang paling sering digunakan dapat ditempatkan pada User Key.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Pisahkan fungsi equipment ke macro agar operator tidak perlu mencari program internal.
• Perhatikan status emergency stop dan apakah macro boleh dijalankan ketika robot error; requirement harus
mengikuti TP/risk assessment.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – Macro Return Home
Macro membawa robot ke Home dan di-assign ke User Key.
YES/NO • WSOS 5
M
M2 – Macro peripheral
Jumlah setting/fungsi peripheral yang benar dihitung sesuai daftar
TP.
0–X • WSOS 5
J
J1 – Setup Macro Equipment I/O
Kualitas macro, assignment ke TP key, dan setting NO MOTION bila
dipersyaratkan.
0–3: tidak dibuat →
dibuat dan bekerja
via TP → salah satu
enhancement →
keduanya • J 5
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Pastikan nama macro jelas dan singkat.
• Uji User Key dalam kondisi normal dan kondisi error hanya jika diizinkan TP/risk assessment.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 6
6. Reference Positions – Home Reference Position
Rujukan halaman SAG: 42–43
Pembahasan: Home adalah referensi awal yang penting untuk menghindari collision dan memastikan program
dimulai dari keadaan yang terdefinisi.
Best Practice / Fokus Persiapan
• SAG menyarankan reference position di Home dan digital output yang dapat dipakai untuk mengecek Home.
• Toleransi contoh yang disebut SAG berada sekitar 1–5°, tetapi nilai joint dan toleransi final ditentukan oleh Test
Project.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
J
J1 – Setup Home Reference
Position
Periksa comment, enable, output, nilai joint angle, dan tolerance;
seluruh komponen harus konsisten.
0–3: tidak dicoba → 1
aspek → 2 aspek → 3
aspek terpenuhi • J 5
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Gunakan nama/comment Home yang jelas.
• Pastikan output/reference berubah sesuai toleransi yang dirancang.
• Hubungkan Home check dengan program start.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 7
7. User Tools & User Frames
Rujukan halaman SAG: 44–54
Pembahasan: UTOOL menentukan koordinat tool/TCP, sedangkan UFRAME memberikan sistem koordinat kerja
untuk fixture, conveyor, tray, pallet, dan bidang kerja lain.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Z-axis tool idealnya aligned dengan arah pick/grip.
• UTOOL harus punya TCP yang benar.
• Jumlah UFRAME harus cukup; kualitas frame dapat dinilai dari origin, orientasi, reproducibility, dan metode
teaching.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – Tool 1 UTOOL
Z-axis aligned dengan arah pick tool.
YES/NO • WSOS 4
M
M2 – Tool 1 TCP
UTOOL/TCP didefinisikan sesuai tool.
YES/NO • WSOS 4
M
M3 – Tool 2…n
Tool lain menggunakan prinsip yang sama bila diperlukan.
YES/NO • WSOS 4
M
UFRAME count
Jumlah UFRAME cukup untuk komponen/cell sesuai TP.
YES/NO • WSOS 4
J
J1 – UFRAME validity
Kualitas satu UFRAME yang dipilih assessor: origin, orientation,
reference points, reproducibility.
0–3: tidak valid →
satu reference → dua
reference + plane
non-spesifik →
teaching 3/4-point
presisi dan berfungsi
•J4
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Dokumentasikan nomor + nama UTOOL/UFRAME.
• Uji UFRAME dengan titik yang diketahui untuk memastikan posisi repeatable.
Catatan strategi: Jangan hanya membuat sistem “berfungsi”. Saat marking, siapkan bukti yang cepat ditunjukkan:
screenshot setup, nama/comment yang jelas, test program, dan demonstrasi kondisi normal + satu fault yang aman.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 8
8. DCS (Double Check Safety)
Rujukan halaman SAG: 55–60
Pembahasan: DCS merupakan komponen keselamatan untuk mencegah robot/tool keluar dari working zone yang
ditentukan. SAG meminta kesesuaian antara konfigurasi simulasi dan real robot bila keduanya diperiksa.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Minimum setup: User Model tool, Working Zone, dan Cartesian Position Check.
• User Model sebaiknya mencakup bagian terbesar tool yang dibawa, selama tidak terlalu membatasi gerakan.
• Restricted zones dan Target Model Collision dapat diminta bila ada di TP.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – DCS Working Zone
Box/zone memiliki posisi dan ukuran yang wajar; tolerance/detail
mengikuti TP.
YES/NO • WSOS 5
M
M2 – Cartesian Position Check
Minimal satu CPC aktif dengan robot dan user model yang tepat.
YES/NO • WSOS 5
M
M3 – Robot stop test T1
Robot benar-benar berhenti ketika keluar working zone dengan DCS
aktif.
YES/NO • WSOS 6
M
M4 – Restricted zones
Restricted zone dikonfigurasi bila diminta TP.
YES/NO • WSOS 5
M
M5 – Target model collision
Target model collision dikonfigurasi bila diminta TP.
YES/NO • WSOS 5
J
J1 – DCS User Model
Kualitas dan kecocokan User Model pada 4D view/real robot sesuai
keputusan marking review.
0–3 • J 5
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Bandingkan User Model dengan bentuk EOAT nyata.
• Pastikan CPC memakai robot + user model yang benar.
• Demonstrasikan stop test secara terkendali sesuai instruksi keselamatan.
Catatan strategi: Jangan hanya membuat sistem “berfungsi”. Saat marking, siapkan bukti yang cepat ditunjukkan:
screenshot setup, nama/comment yang jelas, test program, dan demonstrasi kondisi normal + satu fault yang aman.
Keselamatan: DCS test hanya dilakukan mengikuti prosedur keselamatan dan instruksi kompetisi. Tujuannya adalah
membuktikan konfigurasi DCS, bukan melakukan eksperimen yang tidak diizinkan.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 9
9. Quick Master Reference Position
Rujukan halaman SAG: 61–62
Pembahasan: Quick Master Reference Position digunakan sebagai referensi untuk memeriksa kesesuaian posisi
master/reference pada robot.
Best Practice / Fokus Persiapan
• SAG menyebut menu Quick Master Single Axis untuk membandingkan Ref Pos dan Actual Pos saat robot berada
pada reference position.
• REF COUNT juga diperiksa pada DMRGRP; nilai reference harus tersedia sesuai setup.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – Quick Master Reference
Position
Ref Pos dan Actual Pos harus match saat robot berada di Quick
Master Reference Position.
YES/NO • WSOS 5
M
M2 – Quick Master Reference SET
Reference count/setting tersedia dan Quick Master Reference
Position telah di-set.
YES/NO • WSOS 5
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Simpan bukti screenshot sebelum marking.
• Jangan mengubah master/reference tanpa prosedur dan otorisasi yang sesuai.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 10
10. Payload & Arm Load
Rujukan halaman SAG: 63–64
Pembahasan: Payload dan arm load harus menggambarkan massa, CoG, dan beban tool/workpiece secara benar
agar gerakan robot aman dan performanya sesuai.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Gunakan data massa dan CoG yang diberikan/diukur sesuai requirement TP.
• Jika ada beberapa kondisi payload, gunakan payload number yang berbeda dan pilih sesuai kondisi program.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – EOAT payload
Massa EOAT ditetapkan dengan tolerance sesuai TP.
YES/NO • WSOS 4
M
M2 – Minimal 2 payload
Dua atau lebih payload dibuat bila TP meminta kondisi berbeda.
YES/NO • WSOS 4
M
M3 – Payload mass
Massa tiap payload sesuai nilai/tolerance yang ditentukan.
YES/NO • WSOS 4
M
M4 – Payload CoG
Center of Gravity payload benar sesuai tolerance.
YES/NO • WSOS 4
M
M5 – Arm load
Arm load axis 1/axis lain sesuai requirement; detail ditentukan TP.
YES/NO • WSOS 4
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Buat tabel payload: number, mass, X/Y/Z CoG, arm load.
• Pastikan program memilih payload yang tepat sebelum motion.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 11
11. Setup Host Communication
Rujukan halaman SAG: 65–66
Pembahasan: Komunikasi host memastikan PC/robot/vision dapat saling terhubung sesuai konfigurasi yang
diminta.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Set IP address PC dan robot sesuai network plan.
• Periksa HTTP/host communication dan unlock/configuration yang diperlukan oleh TP, termasuk KAREL/Vision
bila diminta.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – PC & robot IP
IP address dikonfigurasi melalui Host Comm/TCP-IP sesuai network
yang ditentukan.
YES/NO • WSOS 5
M
M1 – HTTP settings
HTTP/related setup tersedia; SAG menyebut KAREL dan Vision unlock
sebagai contoh.
YES/NO • WSOS 5
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Gunakan tabel IP address/port.
• Tes ping/connection dan akses yang memang diminta TP.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 12
12. EOAT (Gripper, dll.) Test Program
Rujukan halaman SAG: 67–68
Pembahasan: EOAT test membuktikan tool benar secara mekanik, I/O, program, mounting, dan routing sebelum
basic task.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Program test sederhana harus mengikuti instruksi TP.
• Program dapat diwajibkan AUTO only; mode T1/T2 dapat bernilai nol jika TP mensyaratkan AUTO.
• Start dan finish harus Home.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – EOAT test runs
Pick/place sederhana atau fungsi EOAT berjalan benar sesuai
instruksi.
0–X • WSOS 6
M
M2 – Execution mode
Jika TP meminta AUTO only, test harus dijalankan di AUTO.
YES/NO • WSOS 6
M
M3 – Start/finish Home
Program dimulai dan selesai di Home.
YES/NO • WSOS 6
M
M4 – Cycle/time
Jumlah cycle yang diminta selesai; waktu dicatat sesuai metode TP.
seconds • WSOS 6
M
M5 – Standard EOAT
Komponen standar, misalnya faceplate dowel/location pin, terpasang
benar bila diminta.
YES/NO • WSOS 6
M
M6 – Special EOAT/cable
Hose/cable routing dan special EOAT sesuai instruksi TP.
YES/NO • WSOS 6
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Uji open/close gripper tanpa part dan dengan part.
• Periksa sensor grip/open/close dan failure case.
Catatan strategi: Jangan hanya membuat sistem “berfungsi”. Saat marking, siapkan bukti yang cepat ditunjukkan:
screenshot setup, nama/comment yang jelas, test program, dan demonstrasi kondisi normal + satu fault yang aman.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 13
13. Run Basic Task pada Robot Cell
Rujukan halaman SAG: 69–72
Pembahasan: Ini adalah pembuktian integrasi end-to-end: pemilihan program, proses task, cycle time, error
handling, dan smoothness.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Program selection mengikuti UOP Box/PNS/RSR jika diwajibkan.
• Cycle time diukur dengan metode yang konsisten; SAG menyebut pencatatan hingga dua angka desimal.
• Error handling harus diuji dengan kondisi seperti part hilang/salah.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – Basic Task program select
Robot program dipilih melalui UOP Box/PNS/RSR sesuai TP.
YES/NO • WSOS 5
M
M2 – Task-specific checks
Sub-aspek fungsi yang diminta TP; sangat bergantung pada Test
Project.
TP-dependent •
WSOS 6
M
M3 – Correct running
Basic task berjalan lengkap sesuai requirement.
YES/NO • WSOS 5
M
M4 – Cycle time
Cycle time dicatat; SAG menyebut ketelitian sampai 0,01 s.
seconds • WSOS 5
J
J1 – Error handling during task
Assessor memasukkan error seperti missing/wrong workpiece dan
menilai respons program.
0–3: tidak terdeteksi
→ pause tanpa
message → pause +
message → pause +
opsi retry/aksi user •
J5
J
J2 – Smoothness
Kelancaran motion selama task.
0–3: banyak
interruption (>5) →
<4 → <2 → sangat
smooth tanpa
glitch/delay • J 5
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Pisahkan cycle time robot motion dari waktu operator jika TP membedakan.
• Pastikan error tidak bisa dilewati tanpa fault diperbaiki.
• Optimalkan approach/depart, CNT/FINE, speed, dan urutan proses.
Catatan strategi: Jangan hanya membuat sistem “berfungsi”. Saat marking, siapkan bukti yang cepat ditunjukkan:
screenshot setup, nama/comment yang jelas, test program, dan demonstrasi kondisi normal + satu fault yang aman.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 14
14. Digital Twin & Basic Task di Roboguide
Rujukan halaman SAG: 73–77
Pembahasan: Digital twin menilai seberapa dekat simulasi Roboguide menggambarkan cell nyata, termasuk
urutan aksi, visibility, part flow, gripper animation, dan proses.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Simulasi harus menunjukkan fungsi yang sama dengan real cell.
• Perbedaan kecepatan gerak dapat tetap ada, tetapi logika/aksi utama seharusnya konsisten.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – Part picking visibility
Part yang dipick terlihat/terpresentasi benar selama simulasi.
YES/NO • WSOS 3
M
M2 – Part appearance/flow
Part muncul dan berpindah sesuai proses.
YES/NO • WSOS 3
M
M3 – Gripper animation
Open/close gripper akurat terhadap program.
YES/NO • WSOS 3
M
M4 – Simulation faults/conditions
Kondisi yang diminta, misalnya missing object, dapat disimulasikan.
YES/NO • WSOS 3
M
Digital Twin functionality
Demonstrasi penggunaan 4D Graphics/digital representation.
YES/NO • WSOS 5
J
J1 – Digital Twin accuracy
Kesamaan aksi simulasi vs real cell.
0–3: perbedaan
besar → >3
perbedaan → <3
perbedaan →
fundamentalnya
identik, dengan
perbedaan speed
masih dapat
diterima • J 5
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Bandingkan satu cycle nyata dan satu cycle simulasi langkah demi langkah.
• Periksa part appearance, gripper, conveyor, sensor/event, dan sequence.
Catatan strategi: Jangan hanya membuat sistem “berfungsi”. Saat marking, siapkan bukti yang cepat ditunjukkan:
screenshot setup, nama/comment yang jelas, test program, dan demonstrasi kondisi normal + satu fault yang aman.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 15
15. Working Style, Safety & Backup
Rujukan halaman SAG: 78–87
Pembahasan: Penilaian bukan hanya hasil teknis. Cara kerja, kebersihan, pembagian pekerjaan, keselamatan,
perlindungan komponen, dan backup juga dinilai.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Ikuti Safety Briefing dan instruksi workshop.
• Jangan meninggalkan clutter, screw/nut, atau tool yang tidak terkontrol.
• Backup dilakukan setelah session work dan diperiksa pada USB/computer; SAG memberi contoh batas waktu
dalam 1 jam setelah session.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1–M9 – Working style & safety
Contoh mencakup penggunaan safety equipment/switch, robot tidak
collision, cell/work area rapi, shutdown, pembagian kerja, safe
conduct, dan tidak merusak equipment.
YES/NO • WSOS 1–2
J
J1 – Teach pendant cable
Kerapian penyimpanan TP dan kabel.
0: tidak terkontrol →
1: TP tergantung tapi
kabel di lantai → 2:
TP + kabel
terkendali → 3: TP
tergantung dan
kabel digulung rapi •
J1
M
M1 – Program backup
Backup program tersedia dan waktunya sesuai ketentuan SAG/TP.
YES/NO • WSOS 2
M
M2 – Image backup
Backup image tersedia dan waktunya sesuai.
YES/NO • WSOS 2
M
M3 – Roboguide backup
Backup project Roboguide tersedia dan waktunya sesuai.
YES/NO • WSOS 2
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Akhiri session dengan checklist: program, image, Roboguide backup.
• Foto kondisi cell sebelum meninggalkan area bila diizinkan.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 16
16. Programming
Rujukan halaman SAG: 88–125
Pembahasan: Programming adalah bagian terbesar: iRProgrammer, struktur file, comments/header/version,
initialization, UTOOL/UFRAME/PAYLOAD, motion, register naming, data-driven programming, error handling,
parallel processing, dan penggunaan PR/calculation.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Program harus dapat dipahami dan dijalankan oleh orang lain tanpa bergantung pada nilai register manual
sebelumnya.
• Gunakan main program, subprogram, macro, dan simulation program dengan struktur/nama yang konsisten.
• Mulai dari Home dan lakukan Home check.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – iRProgrammer installed
iRProgrammer option/editor tersedia pada robot/Roboguide.
YES/NO • WSOS 5
M
M2 – iRProgrammer navigation
Competitor dapat menavigasi ke Editor.
YES/NO • WSOS 5
M
M3 – Program structure
File tersusun/terkelompok dan subprogram/macro digunakan sesuai
kebutuhan.
YES/NO • WSOS 5
M
M4 – Program header purpose
Program memiliki purpose/function yang jelas di header.
YES/NO • WSOS 5
M
M5 – Author
Header mengidentifikasi author/programmer.
YES/NO • WSOS 5
M
M6 – Version number
Program memiliki version number; tanggal saja bukan version
number.
YES/NO • WSOS 5
J
J1 – Program names
Nama/comment program menunjukkan fungsi secara jelas.
0–3 • J 5
J
J1 – Version consistency
Seberapa konsisten version number terlihat pada program yang
diperiksa.
0: tidak ada → 1:
sebagian → 2: >
setengah → 3:
semua contoh • J 5
M
M7 – Initialization registers
Register yang digunakan diinisialisasi dengan nilai defined, kecuali
memang di-set oleh logic.
YES/NO • WSOS 5
M
M8 – Initialization PR
Position Register yang digunakan diinisialisasi dan representasinya
benar.
YES/NO • WSOS 5
J
J2 – Initialization quality
Kelengkapan initialization registers + PR.
0: manual saja → 1:
sedikit/tidak
konsisten → 2:
sebagian besar → 3:
semua beserta
representation • J 5
J
J3 – Remarks
Comment memungkinkan logical flow dipahami outsider.
0: header saja → 1:
beberapa → 2: flow
dapat direproduksi →
3: detail di atas
ekspektasi • J 5
M
M9 – Correct UTOOL/UFRAME
Tool/frame yang benar dipilih sebelum motion.
YES/NO • WSOS 5
M
M10 – Correct PAYLOAD
Payload yang benar dipilih sebelum motion.
YES/NO • WSOS 5
M
M11 – Initialize UTOOL/UFRAME
Setidaknya sekali per subprogram bermotion, tool/frame
diinisialisasi/ditetapkan sesuai kebutuhan.
YES/NO • WSOS 5
M
M12 – Motion path
Motion programming mengikuti praktik yang diminta: approach,
depart, offsets, linear/circular, dan kondisi TP.
YES/NO • WSOS 5
M
M13 – OFFSET/TOOL_OFFSET
Offset digunakan bila dibutuhkan/ditentukan.
YES/NO • WSOS 5
M
M14 – Linear motion
Linear motion digunakan untuk bagian yang memerlukan path
terkontrol.
YES/NO • WSOS 5
M
M15 – Linear speed
Speed linear sesuai requirement dan konsisten dengan proses.
YES/NO • WSOS 5
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 17
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M16 – FINE
FINE digunakan pada titik yang membutuhkan exact stop; SAG
memberi kriteria FINE pada motion tertentu.
YES/NO • WSOS 5
M
M17 – CNT
CNT digunakan pada motion yang memungkinkan continuous path
sesuai requirement.
YES/NO • WSOS 5
M
M18 – Circular path
Posisi untuk circular path diajarkan presisi.
YES/NO • WSOS 5
M
M19 – Tool orientation
Orientasi tool dijaga sesuai requirement selama circular motion.
YES/NO • WSOS 5
M
M20 – Circular speed
Speed circular motion sesuai requirement.
YES/NO • WSOS 5
J
J4 – Register & PR names
Kualitas naming R[]/PR[] dan position names sehingga data mudah
dipahami.
0–3 • J 5
M
M21 – Register comments
Comment untuk register/position memudahkan navigasi dan
pemahaman.
YES/NO • WSOS 5
M
M22 – Data-driven programming
Path dapat beradaptasi terhadap dimensi/data user dengan
register/HMI bila TP meminta.
YES/NO • WSOS 5
J
J5 – Error handling concept
Konsep mencakup manipulation errors, sensor/part availability,
respons user, dan fail-safe.
0: none → 1:
poor/easily bypassed
→ 2: good → 3:
robust/fail-safe • J 5
J
J6 – Home check
Home check sebelum program start.
0: tidak ada → 1:
stop tanpa message
→ 2: message tanpa
interaksi → 3:
message + pilihan
user untuk lanjut • J
5
M
M23 – Error handling check
Dua situasi error yang dipilih assessor harus menunjukkan respons
sesuai konsep.
YES/NO • WSOS 5
M
M24 – Parallel processing
Conveyor/peripheral yang berjalan paralel dikontrol menggunakan
RUN atau background logic bila relevan.
YES • WSOS 5
J
J7 – PR vs calculation
SAG tidak menetapkan salah satu lebih tinggi secara otomatis; pilih
sesuai aplikasi kecuali TP secara eksplisit meminta salah satunya.
Tidak ada skor
generic
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Gunakan struktur nama contoh: AA_Home, ES_A_main, ES_B_sub1, ES_C_macro1, ES_D_sim_prog1.
• Header minimal: purpose, author, version.
• Initialization harus membuat program tidak bergantung pada register sisa dari program sebelumnya.
• Error state harus punya recovery path yang aman.
• Gunakan data-driven approach untuk dimensi/offset yang memang berubah.
Catatan strategi: Jangan hanya membuat sistem “berfungsi”. Saat marking, siapkan bukti yang cepat ditunjukkan:
screenshot setup, nama/comment yang jelas, test program, dan demonstrasi kondisi normal + satu fault yang aman.
Fokus terbesar: Programming menyentuh banyak aspek sekaligus. Prioritaskan initialization, naming/comments,
correct UTOOL/UFRAME/PAYLOAD, motion quality, data-driven programming bila diminta, Home check, dan error
handling.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 18
17. Vision
Rujukan halaman SAG: 126–128
Pembahasan: Vision dinilai dari calibration, process/model training, dan implementasi vision dalam robot
program.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Verifikasi calibration sebelum memakai hasil vision.
• SAG memberi contoh mean calibration error <1 pixel sebagai hasil yang dapat digunakan; nilai final tetap
mengikuti requirement TP.
• Model yang baik menghindari area tidak relevan dengan masking dan dapat memakai lebih dari satu
locator/tool bila diperlukan.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – Calibration verification
Vision configuration dan calibration dilakukan/terverifikasi oleh
competitor.
YES/NO • WSOS 6
M
M2 – Camera vs calibration grid
Jarak vertikal kamera terhadap calibration grid/result sesuai setup.
YES/NO • WSOS 6
M
M3 – Mean calibration error
Distortion error / pixel-mm ratio diperiksa; SAG memberi contoh
mean error <1 pixel.
YES/NO • WSOS 6
J
J1 – iRVision Model
Kualitas training model.
0: belum → 1: basic
tanpa masking → 2:
medium dengan
masking → 3: full,
misalnya multiple loc
ator/tools/histogram/
Snap Tool
Set/Emphasis/Don't
Care/Refpos Height
bila relevan • J 6
M
M4 – Vision process
implementation
Pemilihan one-photo/one-detection atau one-photo/multiple
detection sesuai perilaku part dan TP.
YES/NO • WSOS 6
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Uji vision pada variasi posisi/orientasi part.
• Pastikan hasil vision masuk ke PR/register dengan frame/tool yang benar.
• Periksa apakah detection strategy cocok untuk part yang dapat bergerak.
Catatan strategi: Jangan hanya membuat sistem “berfungsi”. Saat marking, siapkan bukti yang cepat ditunjukkan:
screenshot setup, nama/comment yang jelas, test program, dan demonstrasi kondisi normal + satu fault yang aman.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 19
18. HMI Design
Rujukan halaman SAG: 129–133
Pembahasan: HMI harus menjadi interface operator yang jelas: status robot, peripheral, counter, fault, fungsi
program, dan data user harus mudah diakses.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Gunakan halaman yang konsisten dan navigasi sederhana.
• Data penting program execution dan robot status harus terlihat.
• User-defined data yang diminta TP sebaiknya dapat diatur melalui HMI.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – Webpage loaded
Webpage/HMI yang diminta dapat dimuat.
YES/NO • WSOS 6
M
M2 – Webpages setup
Page tersedia pada menu/Browser type yang benar.
YES/NO • WSOS 6
M
M3 – Built-in page call
Page yang diminta dapat dipanggil otomatis, misalnya DSP_WEBP
bila relevan.
YES/NO • WSOS 6
M
M4 – Part counter
Counter part tersedia sesuai jumlah counter yang diminta TP.
YES/NO • WSOS 6
M
M5 – Cell position/status lamps
Indikator menunjukkan posisi/status robot/cell secara jelas.
0–X • WSOS 6
M
M6 – Peripheral open/closed
Status gripper/chuck/deburring/conveyor dan peripheral lain
ditampilkan.
0–X • WSOS 6
M
M7 – Robot fault
Fault status robot tersedia; direkomendasikan di main page.
YES/NO • WSOS 6
M
M8 – iRVision enable/disable
Menu/function key untuk enable/disable vision atau Basic/Extension
Task bila diminta.
YES/NO • WSOS 6
J
J1 – Realistic design
Kualitas visual dan usability halaman.
0: tidak ada
UI/template tidak
diubah → 1:
modifikasi
sederhana → 2:
image/superimposed
image → 3:
user-friendly dengan
image+button, title
lengkap, ukuran
page tepat, navigasi
main page tidak
bergantung NEXT • J
3
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Main page: mode/status, Home, fault, cycle counter, task selection.
• Sub-page: detailed I/O/peripheral/vision/settings.
• Gunakan label operator yang jelas, bukan nama internal program.
Catatan strategi: Jangan hanya membuat sistem “berfungsi”. Saat marking, siapkan bukti yang cepat ditunjukkan:
screenshot setup, nama/comment yang jelas, test program, dan demonstrasi kondisi normal + satu fault yang aman.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 20
19. Documentation
Rujukan halaman SAG: 134–141
Pembahasan: Dokumentasi harus memungkinkan orang lain memahami setup dan mengoperasikan cell. SAG
memisahkan dokumentasi general cell, numeric register, PR, operating instruction, program list, dan layout
dokumen.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Gunakan Heading Styles agar TOC otomatis.
• Gunakan numbering hierarkis dan page numbering.
• Gunakan screenshot + penjelasan teks untuk setup penting.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – UFrame reference positions
Contoh UFrame untuk komponen yang membutuhkan
offset/different plane ditampilkan.
YES/NO • WSOS 7
M
M2 – Position teaching instruction
Ada instruksi teaching untuk satu komponen dengan UFrame
berbeda, disertai screenshot foto.
YES/NO • WSOS 7
M
M3 – UTOOL/TCP setup
Screenshot + text description.
YES/NO • WSOS 7
M
M4 – Payload setup
Screenshot + text description.
YES/NO • WSOS 7
M
M5 – DCS setup
Screenshot User Model + Safe Zone + text description.
YES/NO • WSOS 7
M
M6 – I/O listing
Comment dan description tersedia.
YES/NO • WSOS 7
J
J1 – Numeric register
documentation
Comment, description, dan default/example values.
0–3: tidak
terdokumentasi → 1
dari 3 → 2 dari 3 →
semua 3 • J 7
J
J2 – Position register
documentation
Comment, description, default/example values.
0–3: tidak → 1 → 2 →
semua 3 • J 7
J
J3 – Instructions run TP
Kualitas instruksi menjalankan Test Project.
0: none/verbal/incoh
erent → 1:
terbatas/vague → 2:
baik untuk
experienced user →
3: sangat baik, end
user tidak perlu
pengalaman
sebelumnya • J 7
J
J4 – Program list
Nama program + comment + description.
0: none → 1: basic
list → 2: list + salah
satu → 3: list +
keduanya • J 7
M
M7 – Heading styles
Heading dipakai sehingga TOC otomatis bekerja.
YES/NO • WSOS 7
M
M8 – Automatic TOC
Table of contents otomatis dibuat dan diperbarui.
YES/NO • WSOS 7
M
M9 – Chapter numbering
Numbering otomatis dan hierarkis.
YES/NO • WSOS 7
M
M10 – Page numbering
Nomor halaman otomatis.
YES/NO • WSOS 7
M
M11 – Spacing/page breaks
Layout rapi, spacing efisien, tidak memakai blank lines berlebihan
untuk memaksa page break.
YES/NO • WSOS 7
J
J5 – Content of instructions
Kualitas keseluruhan isi instruction manual.
0: none/verbal/incoh
erent → 1: terbatas
→ 2: baik → 3: sangat
baik dan user dapat
mengikuti tanpa
pengalaman awal • J
7
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 21
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Buat chapter: Safety → Cell Layout → I/O → UTOOL/UFRAME → Payload → DCS → Programs → Operation → Vision
→ HMI → Troubleshooting → Backup.
• Setiap screenshot diberi caption dan dijelaskan apa yang harus diubah/dicek.
• Program list harus menjadi indeks cepat untuk assessor/operator.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 22
20. Troubleshooting
Rujukan halaman SAG: 142
Pembahasan: Troubleshooting harus membantu user menemukan masalah dan memulihkan sistem. Dokumentasi
tidak cukup hanya mengatakan 'cek sensor'; harus ada gejala, penyebab yang mungkin, pemeriksaan, tindakan,
dan verifikasi.
Best Practice / Fokus Persiapan
• Sertakan prosedur re-establish/re-create system.
• Error message harus mudah dipahami dan metode troubleshooting harus jelas.
• Buat checklist masalah berdasarkan symptom.
Measurement & Judgement
Type
Kriteria / aspek
Apa yang dinilai
Skala /
requirement
M
M1 – Re-establish guidance
User guide memiliki bagian cara membangun/mengembalikan
sistem bila perlu.
YES/NO • WSOS 6
M
M2 – Error response
Error message mudah dimengerti dan metode troubleshooting jelas.
YES/NO • WSOS 6
M
M3 – Troubleshooting checklist
Ada checklist untuk membantu user mengidentifikasi masalah.
YES/NO • WSOS 6
Cara mempersiapkan agar mudah mendapatkan nilai
• Contoh format: Symptom → Check → Expected → Action → Verification.
• Pisahkan masalah Robot, I/O, Sensor, Vision, HMI, Network, Mechanical, dan Program.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 23
MASTER CHECKLIST – PERSIAPAN SKILL 63
Gunakan checklist ini sebagai pemeriksaan akhir sebelum assessment/competition session. Checklist disusun dari
topik dan contoh assessment aspects dalam SAG.
1. Physical Cell
• ☐ Peripheral aligned dan kokoh
• ☐ LED/status terlihat
• ☐ Tidak ada interference/collision
• ☐ Cable/hose rapi
• ☐ Label UFrame dan kabel jelas di kedua ujung
2. Roboguide
• ☐ Semua CAD benar entity + nama
• ☐ EOAT/tool orientation benar
• ☐ Dressout/hose ada
• ☐ UTOOL dibuat
• ☐ Reach test extreme positions
• ☐ Approach/depart benar
• ☐ Gripper animation bekerja
3. I/O & Macros
• ☐ I/O range bersih
• ☐ Comments lengkap
• ☐ Sensor/output benar
• ☐ Macro Home + User Key
• ☐ Macro peripheral sesuai TP
4. Robot Setup
• ☐ Home Reference Position
• ☐ UTOOL/TCP
• ☐ UFRAME
• ☐ DCS User Model + Working Zone + CPC
• ☐ Quick Master Reference
• ☐ Payload + CoG + Arm Load
• ☐ Host communication
5. Programming
• ☐ File naming
• ☐ Header author/version
• ☐ Initialization R/PR
• ☐ Remarks
• ☐ UTOOL/UFRAME/PAYLOAD
• ☐ Motion FINE/CNT/linear/circular
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 24
• ☐ Register/PR names
• ☐ Data-driven bila diminta
• ☐ Error handling
• ☐ Home check
• ☐ Parallel processing
6. Vision/HMI
• ☐ Calibration verified
• ☐ Mean error sesuai TP
• ☐ Model/masking
• ☐ Detection strategy
• ☐ HMI page loaded
• ☐ Counters/status/fault
• ☐ Vision enable/disable
• ☐ UI mudah digunakan
7. Basic Task & Digital Twin
• ☐ Program selection via UOP/PNS/RSR bila diminta
• ☐ Basic task complete
• ☐ Cycle time
• ☐ Error response
• ☐ Smooth motion
• ☐ Roboguide vs real cell match
8. Documentation & Backup
• ☐ UFrame/teaching screenshots
• ☐ UTOOL/Payload/DCS screenshots
• ☐ I/O list
• ☐ R/PR documentation
• ☐ Program list
• ☐ Automatic TOC/numbering/page numbers
• ☐ Troubleshooting
• ☐ Program/Image/Roboguide backup
Ringkasan prinsip penilaian
Untuk strategi kompetisi, bedakan tiga hal: (1) fungsi harus benar, (2) setup harus dapat dibuktikan dengan
cepat, dan (3) quality harus terlihat dari naming, documentation, safety, smoothness, dan robustness.
Measurement biasanya lebih deterministik; Judgement membutuhkan kualitas yang konsisten di seluruh
cell/program, bukan hanya satu contoh yang bagus.
Sekali lagi, angka dan contoh di guide ini mengikuti SAG Version 2.01 yang Anda berikan. Untuk simulasi marking yang
benar-benar mendekati kompetisi, gunakan Test Project + Marking Scheme yang berlaku ketika dokumen tersebut
tersedia, karena SAG sendiri menyatakan kriteria generic dapat disesuaikan.
WSC2026 Skill 63 – Robot Systems Integration | Study & Assessment Guide
Halaman 25
Téléchargement